Kaum muda dan usaha mandiri

20121009-205139.jpg

20120614-102332.jpg

Bekerja disuatu perusahaan besar dengan jabatan dan gaji lebih dari lumayan ternyata tidak jaminan untuk bisa terus dinikmati sampai pensiun. Padahal untuk bisa dibilang menjadi karyawan yang berprestasi harus bisa mengorbankan waktu dan tenaga yang hampir tersedot habis, sehingga untuk urusan keluarga hanyalah tersisa uang hasil dari jerih payah tersebut. Waktu dan tenaga ? Dah habis duluan dikantor.

Kenapa hasil jerih payah berupa kedudukan dan uang gaji tidak bisa dinikmati sampai pensiun ?

Banyak kondisi yang menyebabkan suatu pekerjaan diperusahaan bisa berhenti disuatu saat. Selain masalah management perusahaan, ternyata masalah politik dan perokonomian negara bisa saja perusahaan tempat kita bekerja ditutup suatu waktu-waktu.

Saya mengalaminya itu, tanpa persiapan yang matang untuk menghadapi masa-masa setelah kantor ditutup, saya berpikir bahwa saya harus tetap bisa produktip menghasilkan pendapatan setiap bulan dari tenaga dan pikiran saya, bukan hidup dari tabungan dan uang pesangon. Itu prinsip saya.

Mengapa saya tidak berniat melamar pekerjaan lagi ?

Pertama paktor usia, pada saat di PHK usiaku dah 43 tahunan dan teman2ku masih banyak sekali yang berusia dibawah 40 tahun, saya berniat tidak mau bersaing dengan mereka dalam rangka mencari pekerjaan baru. Apalagi dengan bidang pekerjaan yang sama.

Kedua warisan, hasil pekerjaanku selama dua puluh tahunan ternyata tidak ada yang bisa saya wariskan kepada anak dan keluarga, kecuali harta benda. Alhamdulillah walaupun itu sebetulnya lebih dari cukup.

Ketiga kondisi ekonomi & politik, kondisi ekonomi dan politik pada saat itu tidak nyaman, masalah PHK masih menjadi momok yang amat menakutkan bagi yang berprestasi, apalagi karyawan yang biasa-biasa saja. Saya tidak mau terlibat lagi dengan mereka.

Kenapa saya lebih memilih untuk memulai usaha mandiri ?

Pertama banyak pesaing baru bermunculan dan pesaing lama mulai gonjang-ganjing. Kondisi ekonomi saat itu memang tidak menguntungkan buat pemula maupun pemain lama. Harga barang meningkat namun banyak barang yang hilang dari lapangan, sedangkan daya beli masyarakat sedang menurun. Selain faktor kurs mata uang asing yang meningkat tajam, mereka para pengusaha menginginkan semua transaksi harus dibayar secara tunai. Inilah menurut saya waktu yang tepat untuk memulai membangun usaha mandiri.

Kedua usaha mandiri bisa diwariskan. Mengingat kedepannya lapangan pekerjaan formal makin sulit. Maka dengan pertimbangan usaha ini berjalan walaupun lambat namun bisa diwariskan, sehingga saya berpikir saya bisa menyediakan lapangan kerja baik buat orang lain maupun anak cucu sayakedepannya.

Ketiga Bisa belajar sambil usaha. Pada saat itu banyak sekali pekerja dari kantor2 lain yang senasib. Kami bisa saling share untuk bagaimana dan usaha apa yang bisa kami jalani. Persaingan tetap ada. Sehingga dari situasi dunia usaha, ekonomi dan politik yang aburadul, saya bisa banyak belajar, berusaha dan bersaing. Apapun kondisi usaha yang kita jalani, besar kecilnya usaha yang kita miliki, selama usaha yang kita miliki masih bisa bertahan lama itu sudah cukup baik, kita tinggal menunggu pekerbangan ekonomi dan politik yang lebih baik. Pada saat itulah harusnya saya sudah siap bersaing dan lebih berkembang. Hal ini perhitungan saya, karena nantinya saya sudah didukung oleh kesiapan mental, berpengalaman dan punya usaha yang minimal bisa bertahan.

Keempat masa pensiun harusnya masa yang tenang. Banyak orang yang masih berpikir akan istirahat total atau usaha apa yang harus dijalankan setelah pensiun dari kantornya. hal ini jelas pemikiran yang keliru. Begitu pensiun sebetulnya kebutuhan Anda meningkat, sedangkan tenaga sudah berkurang untuk berjuang, kalaupun tidak boros itu semata karena usaha keras Anda untuk menekannya alias irit. Kenapa harus ditekan loh wong harusnya bersenang-senang kok. Seperti uang kesehatan yang harus ditanggung sendiri, uang untuk jalan-jalan kemanca negara (ia dong waktu kerjakan ngga ada waktu) dan kebutuhan hidup yang sebetulnya terus meningkat dari segi harga-harga. Jadi dengan Anda mempunyai usaha mandiri sejak dini (sebelum pensiun) setelahnya ngga ada istilah pensiun, yang ada jika Anda ingin santai atau bersenang-senang serahkan kepada ahlinya (pegawai) dan kita tinggal mengontrol dan menikmati hasilnya.

Bagaimana hasilnya usaha mandiri saya sekarang ?

Alhamdulillah dengan perjuangan yang tidak kalahnya seperti waktu dikantoran dulu, saat ini usaha mandiri saya berjalan sesuai rencana. Walaupun banyak kesulitan dan kerugian, karena hal itu masih dianggap umum bagi pengusaha mandiri yang ingin berkembang.

Bagaimana pendapat Anda apakah lebih baik bekerja pada orang lain atau apakah memiliki usaha mandiri ?

Kalau waktu boleh mundur ke masa lalu, saya berpendapat seharusnya sudah dari dahulu kala saya memulai untuk memiliki usaha mandiri. Dahulu kala maksudnya adalah waktu masih sekolah…. Waktu masih muda, waktu masih bekerja, tidak tua seperti sekarang ini.

Untuk menjadi pengusaha yang sukses Anda tidak harus menunggu selesai sekolah selesai, tidak harus menunggu kuliah jadi sarjana dahulu. Beda jika Anda harus bekerja dikantoran. Menjadi pengusaha sama seperti sekolah: ada tingkatannya, butuh waktu, pengalaman, jatuh bangun. Jadi kenapa harus membuang-buang waktu nunggu sekolah selesai atau pensiun, baru setelah itu memikirkan jadi pengusaha.

Anda masih bercita-cita ingin tetap menjadi pegawai kantoran ?

Untuk mempunyai usaha mandiri seharusnya tidak menghalangi cita-cita Anda tersebut. Untuk bisa digolongkan menjadi orang yang sukses, berhasil, maka untuk mudahnya biasanya diukur secara materil alias kekayaan yang Anda miliki. Untuk bisa menjadi golongan orang yang disebut kaya raya Anda harus mendapatkan penghasilan yang besar, itu artinya harus dari beberapa sumber keuangan atau harus memiliki beberapa usaha sebagai mesin uang. Tidak cukup satu sumber saja. Walaupun ada sebagian orang seperti itu biasanya perusahaan yang satu itu merupakan hasil gabungan dari beberapa usaha yang sudah mereka jalani. Jadi jika Anda bekerja dan berwiraswasta dan ternyata Anda bisa melakukannya dengan baik. Anda adalah salah satu calon pengusaha besar dan berpotensi untuk menjadi orang yang tergolong kaya raya. Kalau akhirnya usaha mandiri Anda maju dan berkembang, kenapa masih harus bekerja pada orang lain (jadi karyawan) ?. Lebarkan bisnis Anda.

Kaum Muda mulailah segera memulai usaha mandiri, jangan menunggu selesai sekolah, bekerja atau menunggu pensiun. Salah satu jiwa wirausahawan adalah harus segera bertindak, kesuksesan itu tidak ada dalam pikiran tetapi ada dalam tindakan. Besar kecil bisnis yang Anda miliki saat ini, itu berarti Anda telah melewati masa sulitnya memulai usaha mandiri. Sehingga Anda punya kesempatan waktu yang banyak untuk memiliki usaha-usaha lainnya. Perbanyak mesin uang Anda yang akan memberikan Anda kesempatan untuk memiliki kekayaan yang berlimpah baik lahir & batin maupun dunia & akherat. Amin.

2 thoughts on “Kaum muda dan usaha mandiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s